Terlalu mudah
kau mengucap maaf. Tidak ada yang salah memang. Tapi setelah semua luka yang
kau ukir, kau menebusnya hanya dengan kata maaf? Oh.. aku tidak mengharap kau
menderita (juga) seperti yang kurasakan saat itu. Tidak. Sama sekali tidak. Orang
tuaku tak pernah mengajarkan dendam padaku. Tuhanpun tidak
menyukainya. Aku hanya ingin mengingatkanmu tentang apa yang telah kau buat.
Agar kau tak mengulang kesalahan yang sama. Bukan hanya untukku, tapi juga
untuk yang lain.
Kau meminta aku untuk melukis senja yang sama? Dulu aku
melukiskannya untukmu. tapi,, kau malah menuang kopi pada senja kita. Ya,
mungkin dulu kau sengaja membuatnya pekat. Dan sekarang kau meminta senja kita
kembali utuh. Bukan tidak mungkin, aku hanya tak ingin lagi melukis yang pada
akhirnya akan sia-sia. Kanvasku terlalu berharga untuk diwarnai semaumu.
Sakit memang, tapi itu tidak berarti apa-apa dibanding
pelajaran yang kudapat. Sekarang aku paham, bagaimana cara mencintai seseorang.
Terimakasih. Aku tak akan menyesal. Ok mungkin tepatnya aku belajar untuk tidak
menyesal. Seseorang berkata padaku “ Hukum alam itu ada. Kalau kau berbuat
baik, kau pun akan mendapat hal yang baik juga. Dan pengorbanan itu tidak
pernah sia-sia” ya kurang lebih seperti itu katanya.
Apa kau bahagia sekarang? Semoga kau mendapatkan apa yang
kau cari selama ini. Kalau aku, tentu sangat bahagia. Bahkan, aku tak pernah
sebahagia ini. Oh, maaf.. aku tak bermaksud sombong. Aku hanya berkata jujur. Aku
benar-benar bahagia saat ini. Aku menemukan keluarga baru, yang benar-benar
menyayangiku tanpa topeng. Lepas darimu, aku bahkan bisa lebih banyak berkarya.
Dan lebih bisa menjadi wanit.
Maaf, jika aku tak pernah membiarkanmu tau dimana aku dan
seperti apa aku sekarang. Aku rasa, itu tidak penting untuk kau ketahui. Maaf
untuk pesanmu yang tak pernah berbalas. Aku hanya tak ingin mengulang kesalahan
yang sama. Aku tau siapa yang ada di sampingmu. Mmm.. Apa dua wanita tak cukup
memberimu perhatian? Aku pikir, itu hal yang paling bodoh kau lakukan. Kau
membiarkan kekasihmu merasakan kemenangan atas dirimu, padahal kau kembali
permainkan peran.hahahaha. oh ya, maaf.. aku tak pernah sama dengan mereka. :)
Oh ya, kau pasti bertanya-tanya tentangku. Kau sendiri sebenarnya tahu, aku tak pernah bermain-main dengan cinta. Aku akan memberikan
cintaku pada orang yang tepat. Pada seseorang yang benar-benar mencintaiku
tanpa membaginya pada wanita lain. Ya, Tentu saja dia ada. Dia yang sedang
membaca tulisanku dengan senyum tulusnya. Dia yang selalu membuatku aman berada
di sisinya. Dan dia yang telah dipercaya orang tuaku untuk selalu menjagaku.
Terimakasih boo, tanpa
kehilanganmu, aku takkan pernah bertemu dengannya. :)