ini bukan tentang memaafkan dan dimaafkan. ini tentang hati yang luka. kau boleh membiarkanku terbiasa dengan segala dustamu. tapi kau takkan pernah bisa mendustakan rasa. aku bukan balita yang bisa kau bujuk dengan jajanan indomart. aku dapat merasa segala hal yang ganjil darimu.
ku sangka, aku tlah temukan senjaku. aku dimabukkan pelangi yang sebenarnya fatamorgana. terlena dengan mimpi, tanpa ingin bangun dan berjalan di kehidupan nyata. sampai pada akhirnya aku dibangunkan oleh teguran luka. luka kecil, namun cukup dalam untuk membangkitkan kesakitan.
sekarang aku sadar, cintamu abadi ketiadaannya. janjimu membusuk mengejar waktu. aku tak akan (lagi) meminta harapku yang dulu terkabul. mereka benar, salah satu musuh terbesar KEBENARAN adalah CINTA yang teramat sangat. dan aku tak ingin menjadi salah satu yang menghindari kebenaran. terimakasih,
aku akan pergi. dengan senyum, dengan cinta dan dengan sisa luka darimu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar