Entah sudah berapa lama
aku ingin menulis tentangmu. Menulis sajak seperti yang orang lain tulis untuk
kekasihnya barangkali. Meski aku tak pandai meminjam kata. Tapi aku masih ingin
menulis tentangmu. Tentang kita di masa depan. Kau tahu? Aku tak pernah
menyisakan rindu di setiap pertemuan kita. Ya, walau pertemuan kita singkat.
Bahkan kadang hanya sebatas untuk saling beradu pandang. Biasanya hujan turun
di setiap rinduku hadir. Mungkin langit ingin mengantarkan rinduku padamu
melalui untaian gerimis yang bersenandung. di tiap gerimis aku mengingatmu. di tiap
gerimis aku merindukanmu. di tiap gerimis pula aku semakin jatuh cinta padamu.
Kadang, seutas senyum
yang kau beri mampu membuatku melayang hingga subuh. Kau memang tak banyak
mengeluarkan kata. Tapi caramu memperlakukanku, sangat tak biasa. Oh tunggu..
mungkin aku berlebihan. yang benar adalah caramu memperlakukan wanita, ya..
mungkin pada setiap wanita, bukan hanya aku. Tak apa, karena aku memang bukan seorang
yang begitu berarti untukmu, mungkin. Walau aku sedikit berharap. Lucu, bibirku selalu
kelu tiap harus berbicara dengamu. Tak hanya itu, jantungku seolah ingin berhenti
berdetak tiap kita berdekatan. Wangi tubuhmu membuatku mematung menikmati aroma
kerinduan. Kau selalu tampil tampak mempesona setiap aku melihatmu. Sedang aku?
kumal. Hahaha.
Ah, kita pernah bersama
dalam waktu yang sedikit panjang dan berbeda dari biasanya. Saat itu aku tak
ingin mengakhirinya. Aku hanya ingin menghentikan detik yang berdetak agar waktu
tak pernah semakin larut dan aku masih bisa terus bersamamu. Tapi mustahil. Waktu
semakin berlalu dan perpisahan harus kita lalui. Sebenarnya aku ingin terus
bersamamu. Menjadi penyemangatmu, menjadi penyembuh lukamu atau bahkan hanya
sekedar menjadi pendengarmu saat kau berkeluh kesah dan bahagia. Setidaknya aku
ingin menjadi seseorang yang pernah membuatmu tersenyum. Kau tau apa yang aku
takutkan saat ini? Perpisahan. Maka dari itu, aku hanya ingin memanfaatkan
waktu sebelum akhirnya kita benar-benar berjarak. Tapi, semoga jarak tak
membuat kita terpisah ya. Semoga jarak hanya sebatas waktu yang menuang rindu
di setiap pertemuan kita :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar