Minggu, 23 Februari 2014

untuk #kelompoksosial

Kelompok sosial ini bukan perkumpulan ibu-ibu muda kaya raya yang hobinya beli tas ratusan juta sama arisan itu kok, bukan. Kelompok sosial ini semacam kelompok belajar, kelompok ngegosip,  juga kelompok persahabatan yang kekal dan abadi. :’)
Tulisan kali ini agak jijik sih. Bukan karena ditulis deket tong sampah. Tapi... ya nanti kalian baca sendiri aja deh. Sebelum baca ini, jangan lupa siapin dulu keresek. :’)

..............

Sedikit banyak yang akan aku tulis di sini. Bukan karena aku tidak bisa mengungkapkannya secara langsung. Hanya saja.. aku tidak ingin ada air mata yang jatuh ketika kita bersama. Maaf jika aku membuang waktu yang begitu berharga untuk membaca ungkapan hati yang sekadar tulisan ini. Aku harap kalian mengerti.

Sahabat.. sudah lama kita bersama. Berbagi suka dan duka, tawa dan tangis, canda dan risau. Dimanapun kita dan dengan siapapun kita, pada akhirnya kita kembali pada ‘kita’ yang siap menerima cerita juga keluh dan kesah yang dirasa. Sahabat.. aku begitu iri pada kalian. Kalian yang cerdas, kalian yang penyabar, kalian yang kuat, kalian yang bisa memotivasi, kalian yang bisa tak peduli keadaan, kalian yang bisa membuat orang lain tertawa, dan kalian yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Aku ingin seperti kalian. Aku ingin sekuat kalian. Aku ingin tetap tertawa menjalani kerisauan. Aku ingin tidak lagi mempedulikan mereka yang mencemooh. Walau aku tak bisa menjadi seperti kalian, tapi bersama kalian aku berhasil menjadi lebih kuat. Bersama kalian juga membuat aku menjadi lebih bahagia dari sebelumnya. Terima kasih untuk semua dukungan pernah kalian beri. Aku semakin bersyukur karena Tuhan telah mempertemukan kita.

Sahabat.. aku tidak pernah merasakan pertemanan yang begitu hebat seperti ini. Selalu ada ketenangan di setiap kali kita bersama. Kadang aku selalu berpikir bahwa memiliki pertemanan sesempurna ini adalah mimpi. Tapi kalian berhasil mewujudkannya. Semoga kebersamaan kita sampai bisa sampai menutup mata.

Sahabat.. aku minta maaf barangkali aku pernah menggoreskan luka. Barangkali aku pernah salah berkata. Barangkali aku pernah salah bersikap. Barangkali aku pernah memberikan tangis yang tidak pernah aku sengaja. Aku tidak pernah berniat menyakiti kalian. Tapi bila aku pernah melakukannya, sekali lagi maafkan aku.

Sahabat.. aku tahu waktu kita bersama tidak banyak lagi. Saat ini kita disibukkan dengan mimpi masing-masing. Mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya. Mungkin aku egois jika aku menuntut kalian yang selalu ada. Aku benar-benar ingin bersama kalian kemanapun aku pergi. Tapi aku rasa kita akan lebih bahagia jika saling bertemu dengan segala kesuksesan yang kita raih nanti.

Sahabat.. sekali lagi maafkan aku jika aku egois. Aku meninggalkan kalian bukan karena aku marah. Aku meninggalkan kalian bukan karena aku tidak ingin lagi kita bersama. Aku pergi untuk mengejar mimpi yang nantinya akan kubagi bersama kalian. Tapi sahabat, seberapapun jauhnya jarak aku harap ia takkan mampu memisahkan kita. Jarak bukanlah alasan perpisahan, bukan?

Sahabat.. terima kasih telah membiarkanku hadir pada kebersamaan yang hebat ini. Terima kasih untuk selalu menjadi penyemangat di setiap aku mulai ingin menyerah. Terima kasih atas waktu yang pernah dengan sengaja dipersiapkan hanya untuk kebersamaan kita. Terima kasih sudah membaca surat ini. Aku harap kita akan bertemu lagi, dengan segala cerita kebahagiaan dan kesuksesan kita.


Love u all :* :* :* :* :* :* :*

4 komentar:

  1. Loveyou too eha eka ebe :* ({})
    Kenalin satu-satu atuh anggota #KelompokSosial nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. uuwww~ teuteup ya pengen eksis. :3
      bisi terkenal ai kamu makanya gak dikenalin. ahahaha

      Hapus
  2. potonya dong kakaks................

    love tou too ebe :-*
    rasa sayangnya jangan sampe ditinggal apalagi ilang ya!! harus dibawa kemanapun kamu!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. fotonya kan waktu itu belom jadi :(.
      kalau upload sekarang basi gak? :/

      Hapus